Posted by : Penulis Baru Rabu, 18 September 2019

Akan susah menemukan manusia macam kau; yang membuat keseharian menjadi tawa, dan perpisahan menjadi tangisan. Akan susah menemukan yang sehobi bahkan yang sepaham. Akan susah. Dan itu selalu pasti. Namun kau akan pergi untuk kebaikanmu sendiri. Sementara aku tidak bisa. Merelakan? Ampaslah itu. Tidak, tidak… Ingatlah diriku bahwa aku harus kuat.

Kepada diriku, kumohonlah. Pada kau:

Airmata, berhentilah buat mataku menjadi licin. Berhentilah merintik yang menghujani pipiku. Janganlah menangis sebab semakin jauhlah dia, semakin ia ingin kau baik-baik saja.
Telinga, kupinta untuk tidak mendengar lagu. Sebab jikalau hatimu tengah senang, kau menikmati melodinya. Dan dirimu tengah bersedih, maka hatimu akan merasakan makna dari lirik tersebut. Liriknya menggampar dirimu sekuat tenaga hingga luka batinmu dibuat semakin perih. Tiada sembuh tiada asa.

Kepalaku, berikanlah aku jalan untuk melewatinya sendirian. Kali ini, bagilah sedikit pikiranmu yang pintar sehingga idemu yang kreatif dapat buatku lupakan segalanya. Meski semuanya terbawa waktu. Namun bisa saja tidak. Semua itu hanya ‘bisa saja.’ Sebab aku tidak mungkin melakukannya. Tanpamu.

 Terakhir, pada perasaan, kumohon berikanlah kesedihanmu padaku. Jangan kau pendam terus bagai bunga yang terus terkubur dalam tanahnya.

Namun kumohon… Ingatlah bahwa ia pergi untuk kebaikannya sendiri.

Lay it all on. Give it on me. And keep it.

By Jacinda Angel.


Kepada para pembaca, tulisan ini sudah dipublish di Official Account Line. Jadi kuharap tidak ada yang menjiplak, atau menganggap blog ini mencuri karya. Saya akan sangat berterima kasih jikalau tidak ada yang mengikuti tren plagiat di hari bahagia seperti ini. Jikalau ada, saya akan langsung coret, dan blacklist. Terima kasih atas dukungan, dan perhatiannya :)

Share this Article :

{ 0 komentar... read them below or Comment }